"Kok Berani ya?"

Monday, June 29, 2009
Aku duduk memperhatikan orang yang sibuk berlalu-lalang sibuk. Ada yang mengakat Nasi. Di pojok kamar dua ibu-ibu sedang menata kue dalam piring untuk selanjutnya akan disuguhkan pada tamu.

Kelahiran seorang bayi selalu disambut dengan suka cita. Banyak tetangga yang datang untuk mengucapkan selamat. Wajar saja bila tuan rumah harus menyiapkan makanan untuk menyambut tamu. Biasanya tetangga dan saudara datang untuk membantu memasak, begitu juga hari ini, ketika salah satu keluargaku mendapatkan bayi.

Aku ikut membantu memasukkan krupuk udang dalam plastic. Disampingku beberapa Ibu-ibu juga sedang melakukan hal yang sama sambil mengobrol.

“Eh tadi Mbak itu lho nyuruh aku ngambilkan kertas minyak.” Salah satu ibu yang duduk disebelahku berkata dengan suara tinggi sambil mata dan dagunya mengarah ke Mbak yang sedang memberikan minuman ke tamu. Aku menangkap nada heran, kekecewaan dan marah dari suaranya. Wajahnyapun menunjukkan ketidak senangan.

Aku masih diam sambil terus memasukkan krupuk satu-satu di plastic kecil. Sepertinya tidak ada yang salah bila seseorang meminta tolong. Lalu?

“Mosok tho bu?,” Ibu yang duduk di depanku bertanya dengan heran.

“Kok kamu yang jarang kelihatan, aku saja yang sering ketemu aja juga biasa disuruh sama Mbak itu.” Kakak Ipar dari Ibu yang pertama menyahut sambil mengambil krupuk-krupuk yang sudah di bungkus untuk dipindah ke tempat lain.

Aku baru menyadari keheranan dan ketidaksukaan tiga Ibu ini atas permintaan tolong mengambilkan sesuatu dari si Mbak. Posisi Mbak tersebut adalah murid dari orang tua Ibu-ibu tersebut. Mungkin Ibu-ibu tersebut merasa bila mereka harus dihormati sebagai anak guru. Dan tidak sepantasnya disuruh-suruh, apalagi yang menyuruh murid bapaknya.

Aku jadi berpikir, kenapa ya orang begitu sombong dengan status turunan dari orang tuanya?. Apakah kualitas mereka sama dengan kualitas orang tuanya hingga mereka juga ingin mendapat penghormatan yang sama seperti orang tuanyaz?

“Yo ngono kuwi murid sak iki.” Ujar ketus Ibu pertama sambil tersenyum sinis.

"Iyo, lawong sak iki ae nek nyeluk anakku langsung nyeluk jenenge tanpa embel-embel penghormatan" Ibu satunya menyaut

ya iyalah lawong anaknya juga masih TK dan SD, wajar dong murid-murid yang umurnya lebih tua memanggi dengan namanya langsung, emang mau dipanggil apa??? bathinku berontak.

"Kalau aku sih, mau aja disuruh mbak itu, lawong aku bukan gurunya, gak pernah ngajar dia juga, jadi gak perlu dihormati. Toh gak ada salahnya meminta tolong ke orang lain" Jawabku pelan sambil pergi mengambil krupuk yang sudah di goreng.
 
posted by Ninik Wafiroh at 3:31 PM, | 0 comments

Kaca Mataku yang Malang

Monday, June 22, 2009
Kacamata menjadi barang yang wajib buatku, tanpa kacamata dunia serasa tidak hidup wekekekkeke.

Saat perjalanan pulang kemarin kacamata tidak lepas. Ketika mau wudlu di Taipe *sholatnya nyelempit di pojok ruangan tunggu * kacamataku jatuh. Ada bunyi gelinting. Aku langsung cek kacamataku, dan tanpa memegang kacamatanya hanya aku lihat sepintas saja. Yup ternyata gak apa-apa, karena kacamataku pake mika.

Setelah sholat, kacamata aku pakai lagi dengan hanya memegang framenya. Sambil menunggu boarding menuju Denpasar aku membaca buku. Sepertinya ada yang ganjal dari mata kananku tapi aku gak memperdulikannya. Hingga aku di pesawat, semuanya fine-fine aja. Aku masih sempat baca Koran, majalah dan juga tidur. Satu jam sebelum landing aku mau ke rest room untuk cuci muka, makanya aku copot kacamataku. What??? Ketika aku pegang kacanya, kok tangan kananku langsung nyolok mata ya???

Wakakakkaa…………. Guobloogg temenan, ternyata kaca yang sebelah kanan itu enggak ada, copot waktu jatuh. Kalau tadi aku nyangka kacanya tetap ada itu karena plastic dipinggiran yang untuk nahan kaca di bawahnya masih ada. Wakakkakakaka………….. Dadi selama 5 jam di taipe plus 4 jam di pesawat aku seperti bajak laut, hanya berkaca mata sebelah… PEKOK temenanan wakkaka
 
posted by Ninik Wafiroh at 1:09 AM, | 0 comments

Monday, June 15, 2009
Sudah nyampek Indo sejak tanggal 30 mei lalu, sudah muter-muter di Bali, Jombang, Jakarta dan Jogja. tapi males update bloggg hehhehe

Indonesia panas banget yaaa
 
posted by Ninik Wafiroh at 9:13 PM, | 0 comments

Tuesday, May 26, 2009


Ready To GO yeachhhhhhhhhh
 
posted by Ninik Wafiroh at 11:10 PM, | 1 comments

Crazy packing

Friday, May 22, 2009


Kalau beberapa minggu lalu masih menghitung hari, sekarang sudah mulai menghitung jam *berlebihan enggak sih?*hehehee.

Ya kurang beberapa hari ini aku benar-benar akan cabut dari bumi Paradise ini. Aku akan melanjutkan menyambungkan titik-titik dalam hidupku hingga nantinya akan terbentuk sebuah gambar yang indah. Titik hidupku di Hawaii akan berahir next week, dan aku akan menarik titik ini ke tempat lain. Semoga semua titik akan saling bertautan dengan sempurna. AMIN.

Hari-hari ini rasanya benar-benar capek, apalagi mikirin bagasi. Karena aku akan membangun Library for Family di rumahku, jadi banyak sekali orang yang berbaik hati yang mendonasikan buku-buku mereka ke aku. Akhirnya setelah ditimbang buku-buku tersebut plus buku-bukuku dan punya babah ternyata more than 200 pounds. Klepaar deh kita. Apalagi jatah tiap koper cuman 50 pound, jadi aku dan babah cuman dapat 200 pounds. Terus gimana dengan barang-barangku yang lain? sepatu, baju, sandal, oleh2?

Wes kita benar-benar stress beberapa hari. Apalagi kami punya satu koper yang super besar. memang enak besar banget, dan kuat, tapi berat kopernya aja sudah 23 pounds, jadi tidak bisa di isi barang banyak. AKhirnya kami memutuskan untuk menjual koper itu, dari harga $ 80, kami jual cuman $ 50. Wes gimana lagi, yang penting terjual.

Sempat berpikir untuk mengirimkan lewat pos. tapi Astaghfirullah ternyata harga kirimnya muahallll *lebih mahal dari pada harga barangnya*. Ada kawan yang mengusulkan di kirim via kapal laut. Ternyata setelah tanya ke seorang kawan yang pernah mengirimkan via kapal laut, prosesnya ribet dan bila dihitung-hitung jauh lebih mahal. Bayangkan untuk satu box besar bayarnya $ 300, eh ternyata untuk mengeluarkan barang tersebut dari dermaga di Indonesia butuh uang 3 jt lagi. Wihhhh masak iya sih untuk pengiriman barang harus rogoh kocek 6 jt. Gak mau banget lah. belum lagi ribetnya harus berurusan dengan pihak KJRI untuk mendapatkan surat keterangan pengiriman, dan tau sendirilah kerjanya KJRI yang sering kali kayak kura-kura jalannya.

Setelah merayu beberapa kawan, akhirnya ada dua kawan yang mau dititipin *thanks Mayco and Erda*, Erda bantu membawakan 5 pound, dan Mayco membawakan 20 pound. Alhamdulillah terkurangai 25 pounds. Rencananya aku akan menambah 2 koper extra, yang tiap koper beratnya 50 pounds dan harus bayar $ 96 tiap koper. Ya no choice lah, dan bila dihitung-hitung itu lebih murah.

Tiga hari lalu, aku dan Babah coba-coba buka websitenya CI untuk ngecek jumlah bagasi yang diperbolehkan. Weh ada yang special berat koper yang dijinkan untuk penumpang kelas Bisnis. Oya, alhamdulillah untuk penerbangan pulang ini kami mendapat bisnis class. Kan aku dan Babah sejak pertama ke Hawaii sudah jadi member China Airline, jadi punya kartu member. Setiap perjalanan kami milesnya di hitung. ternyata jumlah milesku dan babah bila digabung bisa dibuat untuk bisnis class. Ya syukurlah kami akan terbang dengan bisnis class dari Honolulu-Taipe. Sebenernya dari taipe-Denpasar kami masih bisa dapat bisnis class, tapi penerbangan Taipe-DPS tidak ada bisnis clas, so kita di economi class.

Setelah telfon ke pihak CI, kami mendapat keterangan kalau passenger di bisnis class bisa membawa 70 pounds dalam tiap koper. OHHH THANKS GOD. akhirnya kami hanya butuh extra 1 koper lagi. Dan sekarang packing masih berlanjut, dan tentu jalan-jalan untuk terahir kalinya jugaa jalannn teyussssssssssssssss wkekekekek
 
posted by Ninik Wafiroh at 12:44 PM, | 0 comments

Tuesday, May 19, 2009




 
posted by Ninik Wafiroh at 10:23 PM, | 2 comments

Sunday, May 17, 2009


Alhamdulillah Wisuda juga akhirnya


Cerita dan foto-fotonya menyusul ya
 
posted by Ninik Wafiroh at 6:31 PM, | 0 comments